![]() |
| Ket : Beberapa Faktor Penyebab Akan Terjadinya Perang Antara Iran, Israel dan Amerika Serikat, iTimes.id |
iTimes - Konflik antara Iran dengan Israel serta Amerika Serikat memiliki berbagai penyebab yang kompleks, meliputi faktor sejarah, agama, politik, dan keamanan. Berikut adalah penjelasannya:
Konflik Iran dan Israel
- Perubahan Hubungan Setelah Revolusi Islam 1979: Sebelum revolusi, Iran menjalin hubungan resmi dengan Israel. Namun, setelah revolusi yang mengubah Iran menjadi negara agama Islam, hubungan tersebut terputus dan Iran mulai menganggap Israel sebagai musuh, bahkan menyatakan bahwa Israel harus dihilangkan dari peta.
- Perbedaan Agama dan Pandangan terhadap Palestina: Israel adalah negara Yahudi, sedangkan Iran adalah negara Islam Syiah. Iran tidak mengakui eksistensi Israel dan menganggapnya telah menguasai Yerusalem yang dianggap suci oleh umat Islam. Selain itu, Iran mendukung kelompok militan Palestina seperti Hamas dan Hezbollah dengan senjata serta dana, yang dianggap sebagai ancaman oleh Israel.
- Masalah Program Nuklir: Iran menyatakan program energi nuklirnya untuk tujuan damai, tetapi Israel dan Amerika Serikat menduga Iran berusaha membangun senjata nuklir. Jika Iran berhasil memiliki senjata nuklir, hal ini akan mengubah keseimbangan kekuasaan di kawasan dan dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi Israel.
Baca Juga : Jokowi Tegaskan Komitmen Siap Dukung PSI dan Bekerja “Mati-matian” hingga Pelosok
- Perang Proksi: Karena tidak memiliki perbatasan langsung, kedua negara sering terlibat perang proksi melalui negara atau kelompok bersenjata lain. Misalnya, kelompok yang didukung Iran seperti Hezbollah di Lebanon dan Hamas di Gaza telah berkali-kali bertempur dengan Israel.
Konflik Iran dan Amerika Serikat
- Revolusi Islam 1979 dan Penggulingan Monarki: Sebelum revolusi, Amerika Serikat memiliki aliansi erat dengan raja Iran Mohammad Reza Pahlavi. Namun, revolusi mengubah Iran menjadi negara Islam dan menentang pengaruh Barat termasuk Amerika Serikat, yang dianggap sebagai kekuasaan asing yang sombong dan ingin mendominasi.
- Penetapan sebagai Negara yang Mendukung Terorisme: Amerika Serikat telah berulang kali menuduh Iran mendukung kelompok teroris di Timur Tengah seperti Hezbollah. Beberapa pengadilan Amerika Serikat juga telah memutuskan bahwa Iran dan Hezbollah terlibat dalam serangan teroris anti-Amerika di luar negeri.
Baca Juga : Perluas Akses Bantuan Hukum, PBH LIN Sulsel Resmikan Pengurus Cabang Maros dan Pangkep
- Masalah Program Nuklir: Meskipun ada kesepakatan pada tahun 2015 (Rencana Aksi Komprehensif Bersama/JCPOA) untuk membatasi program nuklir Iran, Amerika Serikat menarik diri pada tahun 2018. Upaya untuk melakukan negosiasi kesepakatan baru tidak berhasil, dan ketegangan meningkat karena kekhawatiran Amerika Serikat terhadap program nuklir dan rudal balistik Iran serta jangkauannya di Timur Tengah.
- Persaingan Geopolitik: Kedua negara memiliki kepentingan yang bersaing di kawasan Timur Tengah. Amerika Serikat telah dikritik karena campur tangan dalam urusan kawasan tersebut, seperti kebijakan penahanan ganda untuk mengendalikan pengaruh Iran dan Irak.
Hubungan Amerika Serikat dan Israel
- Dukungan Sejarah dan Nilai-nilai Bersama: Amerika Serikat adalah salah satu negara pertama yang mengakui dan mendukung pembentukan negara Israel pada tahun 1948. Kedua negara memiliki nilai-nilai yang dianggap sama seperti komitmen terhadap pluralisme, demokrasi, dan peradilan independen. Selain itu, selama Perang Dingin, Amerika Serikat melihat Israel sebagai sekutu penting di kawasan.
- Kepentingan Keamanan Bersama: Amerika Serikat dan Israel memiliki musuh yang sama seperti ekstremisme Islam, dan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel juga bertujuan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di Timur Tengah yang dianggap penting bagi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Tonton Juga Video Lainnya
